AUDIO
* Gelombang Bunyi adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara berupa zat (cair, padat, gas) . Jadi, gelombang bunyi dapat mertambat misalnya didalam air, batu bara, atau udara.
* Jumlah waktu yang diperlukan untuk terjadinya suatu getaran atau gelombang dinamakan perioda (T). Sedangkan jumlah gelombang yang terjadi setiap detik dinamakan frekuensi (f) dengan satuan m/dt (Hz).
1 Hz = 0,001 KHz
* Suara yang dapat diterima telinga manusia berkisar antara 20 Hz s.d 20 KHz

Jenis-jenis frekuensi yang ada sekarang ini adalah sebagai berikut.
- Infrasound (0 - 20 Hz), Beberapa binatang dapat mendengar frekuensi ini, diantaranya Ikan Paus, Gajah, Badak, Jerapah dan Buaya, walaupun sumber suara tersebut berada jauh dari binatang tersebut. Frekuensi ini juga dipakai seismograf yang digunakan untuk memonitoring terjadinya gempa bumi. Bahkan gelombang laut, gunung meletus, dan pergerakan meteor.
- Ultrasound (20 KHz -  1 GHz), frekuensi diatas batas atas pendengaran manusia 20 KHz. Beberapa binatang seperti anjing, ikan lumba-lumba, kelelawar dan tikus, dapat mendengarkan frekuensi tsb.
- Hypersound (1 GHz - 10 THz)

Sinyal Analog vs Sinyal Digital
Sinyal Analog
Sinyal analog memiliki jumlah kemungkinan nilai amplitudo yang tak terhingga


Sinyal Digital
Sinyal digital memiliki jumlah kemungkinan nilai amplitudo yang terhingga

*Amplitudo adalah tinggi suatu gelombang yang mengisyaratkan besar kecilnya suara yang dihasilkan.

Audio Digital
* Audio digital dibuat saat mengonversikan sebuah gelombang suara ke dalam angka – prosesnya disebut digitizing (mendigitalkan). 
* Suara digital merupakan sampel suara. 
* Setiap fraksi n dalam satu detik, sampel suara diambil dan disimpan sebagai informasi digital dalam bit dan byte. 
* Kualitas dari recording digital : tergantung pada seberapa sering sampel diambil (angka sampling atau frekuensi, dihitung dalam kilohertz, atau seribu sampel  per detik) dan berapa banyak angka yang digunakan untuk merepresentasikan nilai dari tiap sampel  (bitdepth, ukuran sampel, resolusi, range dinamis).

Digitalisasi Audio

Analog to Digital Converter (ADC) mengubah amplitudo sebuah gelombang analog ke dalam waktu interval (samples), sehingga menghasilkan representasi digital dari suara. Sebaliknya untuk menampilkan suara digital kedalam alat suara analog (dalam hal ini speaker) digunakan  digital to analog (DAC) untuk menkonversinya.

Sistem Pengkodean Audio Digital
Gelombang audio umumnya bersifat kontinu dan diubah ke dalam bentuk diskrit.

Langkah yang dilakukan adalah : 
- Pengambilan sampling
Proses perubahan waktu yang berjalan diubah kedalam bentuk diskrit disebut dengan sampling. Frekuensi dari waktu biasanya disebut dengan sampling rate atau frekuensi sampling.
- Kuantisasi
Proses perubahan bentuk sample yang berkelanjutan kedalam bentuk diskrit disebut dengan kuantisasi. Dalam proses ini dilakukan pembagian range sinyal kedalam bentuk interval angka yang disepakati. Ukuran dari interval kuantisasi disebut dengan langkah kuantisasi.
- Pengkodean

Proses merepresentasikan isi digital kuantisasi disebut dengan koding. Ini dapat terjadi pada saat menggunakan digital to analog converter (DAC) untuk melakukan rekonstruksi kembali sinyal analog yang berasal dari data digital.


Materi berbentuk file power point bisa di download disini

Ditulis Oleh : Welda Aprilia ~ Mari Belajar

author-photo Kalian sedang membaca artikel tentang Digitalisasi Audio yang ditulis oleh Welda Aprilia. Kalian diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya juga ya :)




:: Salam ! ::

Don't forget, share and follow twitter Mari Belajar! :D

Post a Comment

Powered by Blogger.