Soal + Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 - Mari Belajar - Belajar dimana saja dan kapan saja.
Terbaru
Loading...

Senin, 30 Maret 2020

Soal + Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7

Mari Belajar - Soal + Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7


Soal

1. Apa yang dimaksud puisi rakyat? Sebutkan pula contohnya!
2. Mengapa di Indonesia banyak berkembang puisi rakyat?
3. Jelaskan perbedaan antara syair dan pantun!
4. Jelaskan ciri-ciri pantun dan syair!
5. Jelaskan jenis-jenis pantun berdasarkan siklus kehidupan (usia)!
6. Bagaimana cara memilih kata dalam menyusun sebuah pantun agar menghasilkan bunyi yang selaras dengan rima akhir a-b-a-b?
7. Perhatikan urutan kata pantun berikut!
Apa-bertenun-orang-guna
Baju-untuk-kain-dan-membuat
Orang-apa-untuk-berpantun
Ilmu-menimba-untuk-berbagai
Susunlah kata tersebut hingga menghasilkan bunyi pantun yang indah!
8. Antara bait yang satu dengan bait syair yang lainnya biasanya terangkai sebuah cerita. Jelaskan maksud pernyataan tersebut!
9. Sebutkan yang termasuk syair terkenal yang merupakan khazanah sastra Nusantara!
10. Jelaskan tentang struktur pantun!


Kunci Jawaban

1. Puisi Rakyat adalah kesusastraan rakyat yang sudah tertentu bentuknya, biasanya terjadi dari beberapa deret kalimat, ada yang berdasarkan mantra, ada yang berdasarkan panjang pendek suku kata, lemah tekanan suara, atau hanya berdasarkan irama. Jenis puisi rakyat adalah pantun, gurindam, dan syair.

Contoh pantun yaitu
Pergi ke sekolah membawa buku
Memakai seragam tampak tampan
Jadi orang jangan kaku
Selalulah tersenyum dan sopan

2. Karena dipengaruhi oleh keadaan geografinya dan Indonesia juga dikatakan sebagai jalur perdagangan internasional, misalnya gurindam yg berasal dari India, syair berasal dari persia dll. Jadi, banyak budaya asing yg masuk ke Indonesia pada masa itu, itulah yg menyebabkan Indonesia mempunyai berbagai puisi rakyat.

3. Perbedaan antara syair dan pantun
- Bunyi rima.
Kalau kita melihat dari bunyi rima, pantun bunyi rimanya a-b-a-b . Sedangkan, syair bunyi rimanya a-a-a-a.

- Struktur baris.
Kalau kita melihat dari struktur barisnya, pantun memiliki struktur yakni 2 baris pertama adalah sampiran sedangkan 2 baris akhir adalah isi. Sedangkan, syair memiliki struktur yakni keseluruhannya adalah isi.

4. Ciri-ciri pantun :
- Memiliki rima a-b-a-b
- Jumlahnya adalah 4 baris dalam 1 bait.
- Baris pertama dan kedua merupakan sampiran (pengantar)
- Baris ketiga dan keempat merupakan isi
- 1 baris terdiri 8-12 suku kata

Ciri-ciri syair :
- Memiliki rima a-a-a-a
- Jumlahnya adalah 4 baris dalam 1 bait.
- Keseluruhannya adalah isi.
- 1 baris terdiri 8-12 suku kata.

5. Pantun berdasarkan siklus kehidupan/usia dibedakan menjadi 3 yaitu pantun anak-anak, pantun muda, dan pantun tua.
- Pantun Kanak-Kanak
Pantun kanak-kanak yaitu pantun yang memiliki kaitan dengan masa kanak-kanak yang mana pantun ini menggambarkan makna suka cita maupun duka cita.

- Pantun Muda
Pantun muda yaitu pantun mengenai kehidupan masa muda yang berisi atau bermakna perkenalan, hubungan asmara dan rumah tangga, perasaan (kasih sayang, iba, iri), dan nasib.

- Pantun Tua
Pantun tua yaitu pantun mengenai orang tua, budaya, agama, dan nasihat.

6. Menyusun kata-kata nya terlebih dahulu lalu menyambungkannya agar menghasilkan bunyi yang selaras dengan rima akhir a-b-a-b.

7.
Apa guna orang bertenun
Untuk membuat kain dan baju
Untuk apa orang berpantun
Untuk menimba berbagai ilmu

8. Karena bait syair terdiri atas isi semata, antara bait yang satu dengan bait lainnya biasanya terangkai sebuah cerita. Jadi, apabila orang akan bercerita, syair adalah pilihan yang tepat.

9.
- Syair perahu
- Syair burung pingai
- Syair dagang
- Syair sidang fakir

10.
- Satu bait pantun (sebuah pantun) terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan).
- Satu larik pantun biasanya terdiri atas 2-6 kata dan 8-12 suku kata, namun yang paling sering ditemui adalah 4 kata.
- Pada tiap akhir larik terdapat  rima / sajak,  yang berpola  a-b-a-b.
- Pantun terdiri dari  sampiran  pada dua baris pertama, dan  isi  pada dua baris terakhir.
Sampiran  pada pantun berfungsi menyiapkan rima dan irama supaya mempermudah pendengar memahami isi pantun, sedangkan  isi  adalah tujuan dari pantun itu sendiri. Sampiran  terhadap  isi  tidak memiliki hubungan makna. Karena jika memiliki hubungan makna tidaklah disebut sebagai pantun, melainkan hanya Syair bersajak.

Share with your friends

Give us your opinion

Pemberitahuan
Selamat datang di blog Mari Belajar.
Ayo bagikan kebaikan dengan membagikan artikel yang bermanfaat di blog Mari Belajar ke sosial media kalian.
Jangan lupa untuk like dan follow sosial media Mari Belajar untuk mendapatkan materi belajar terbaru setiap harinya.
Tutup